Kolose 3 : 5 – 11

Jacob Ferdinandus Renungan Harian 12 Januari 2024 12844 kali Kolose 3 : 5 – 11 Renungan

Selamat pagi semuanya,

Terima kasih banyak Bapa untuk berkat nafas hidup dan hari baru yg Bapa anugrahkan bagi kami

Bagian firman Tuhan hari ini (LPJ GPM), Kolose 3 : 5 - 11, diceritakan bahwa  Paulus  mengingatkan jemaat Kolose yang saat itu menghadapi tantangan untuk menyelamatkan iman mereka. Paulus mengingatkan status mereka yg sudah percaya pada Kristus. Supaya mereka jangan lagi hidup  sebagai manusia lama, yang mudah memberontak pada Tuhan, jatuh dalam hawa nafsu kedagingan, serta ada dalam ancaman murka Allah. Tetapi mereka harus memiliki hubungan yg baik dengan Kristus, supaya  mereka bisa  menjadi manusia baru. Sebagai manusia baru, Kristuslah yang menjadi pusat, tujuan, serta sumber segala kesenangan dalam hidup mereka.

Itulah sebabnya, mereka sudah selayaknya meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan manusia lama. Sebaliknya, mereka diminta untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang mencerminkan karakter Kristus.

Gelap dan terang tidak mungkin bersatu..Dan tidak ada seorangpun yg mau hidup dalam kegelapan..Semuanya mau hidup dalam terang..Manusia lama dan manusia baru tidak bisa bersatu dalam diri kita..Karena itu segala sesuatu yg berhubungan dengan kegelapan (manusia lama) harus ditinggalkan dan biarlah kita semua hidup dalam terang (manusia baru)..Namun kecenderungan dalam kehidupan lama bukan sesuatu yg mustahil, bahkan sangat mungkin terjadi dalam kehidupan kita..Karena itu firman Tuhan katakan bahwa kita harus mematikan segala kehidupan manusia kita yg lama dan sebaliknya mengenakan manusia baru untuk melakukan perbuatan baik.

Di setiap tahap kehidupan kita sllu ada tantangannya masing-masing.  Misalkan orang kaya maupun miskin, sama-sama bisa pusing memikirkan masalah ekonomi dll..Semua keadaan itu rentan membuat kita terjatuh ke dalam tabiat manusia lama.

Tetapi firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa sebagai manusia baru, kita tidak boleh kalah oleh hawa nafsu, trauma masa lalu, situasi sekitar, atau siasat Iblis. Jangan menyerah ketika kita masih  jatuh dalam dosa atau kedagingan. Justru ketika kita merasa bersalah, itu adalah bukti bahwa kita telah menjadi manusia baru, sehingga ketidaktaatan pada firman Tuhan membuat hidup kita tidak seimbang. Ingat juga bahwa Roh Kudus sedang terus bekerja memperbarui diri kita.

Hidup itu seperti uap, yang cepat berlalu ( Yak. 4:14b ). Ketika kita masih diberikan nafas hidup oleh Tuhan, apa yg harus kita lakukan..Hidup yang sesuai dengan manusia baru adalah satu-satunya cara hidup yang bermakna. Kristus dimuliakan serta orang-orang di sekitar kita merasa terberkati oleh keberadaan kita. Tidak ada yang lebih bermakna dari itu. 

Hidup ini adalah sebuah anugrah dan menjadi manusia baru juga adalah sebuah anugrah..Kita tidak tahu dengan kehidupan kita kedepan..Karena itu kita harus mematikan setiap perbuatan manusia lama kita di masa lalu, kita tanggalkan semuanya dan hidup sebagai manusia baru..Hidup yg berkenan kepada Tuhan, setia kepada firmanNya..Dengan demikian, apapun persoalan,kesulitan bahkan tantangan hidup yg akan kita alami nanti, percayalah bahwa bersama Tuhan Allah, sllu ada jalan yg Tuhan tunjukkan bagi kita..

Selamat beraktivitas, Tuhan Yesus selalu berkati bapa dan ibu serta basudara semua,

Shalom.