Ayub 42 : 1 - 6

Jacob Ferdinandus Renungan Harian 23 Januari 2024 9750 kali Ayub 42 : 1 - 6 Renungan Harian

Selamat pagi semuanya,

Terima kasih banyak Bapa untuk berkat nafas hidup dan hari baru yg Bapa anugrahkan bagi kami,

Bagian firman Tuhan hari ini (LPJ GPM) Ayub 42 : 1 - 6, Ayub dikenal sebagai orang saleh. Namun, kesalehannya itu tidak meluputkannya dari cobaan. Bahkan, Allah sendiri yang mengizinkan Iblis untuk mencobai Ayub. Bukannya membebaskan Ayub dari penderitaan, Allah malah membiarkan penderitaan Ayub menjadi makin bertambah, hingga akhirnya Ayub berargumen dengan istri dan sahabat-sahabatnya.

Dalam kebingungan dan kemarahannya, Ayub pernah menuduh bahwa Allah bertindak tidak adil karena ia sungguh tidak mengerti mengapa dirinya diberi cobaan. Bukankah dengan hidup saleh ia seharusnya diberkati dan dijauhkan dari kemalangan?

Setelah berkata-kata tentang penderitaan dan pembelaan dirinya, Ayub menyadari bahwa ia sudah merasa dirinya benar di hadapan Allah. Karena itu, Ayub kembali merenungkan dirinya.

Ayub mengakui bahwa Tuhan adalah Allah Yang Mahakuasa, yang jauh lebih tinggi melampaui pengertiannya. Setelah mendengarkan jawaban Tuhan, barulah Ayub melihat sendiri keagungan Tuhan.. Maka, Ayub mau merendahkan diri dan menyesal di hadapan Allah. Ayub pun duduk dalam debu dan abu, ini adalah tanda penyesalan yang mendalam dan bukti kesadaran bahwa manusia diciptakan dari debu dan tanah.

Dalam hidup ini ada banyak hal yg seringkali membuat kita menjadi pesimis..Ada saatnya kita akan berjalan dalam padang gurun dan ada saatnya kita berjalan di padang rumput yg hijau, tapi yg perlu kita ketahui dan sadari bahwa dalam keadaan musim apapun yg kita hadapi, percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan sesuatu dalam hidup kita dan rencana Tuhan tidak pernah gagal..Sadarilah, bahwa saat berjalan dalam rencana Tuhan, kita tidak akan lepas dari situasi antara yg manis dan pahit..Dalam keseharian kita pun tak selamanya hidup kita diwarnai dengan hal-hal yg indah dan menyenangkan.. Ada waktu kita bertemu dengan masalah, hal-hal yg bertentangan dengan keinginan, dan malah seringkali kita harus berjuang keras guna mencapai sesuatu, dan itu kadang melelahkan..Tapi seburuk apapun keadaannya, hidup akan terasa indah jika kita mampu memetik hikmat dan mengerti rencana Tuhan di dalamnya..Tuhan tidak pernah keliru dalam rancanganNya..Karena itu kita jangan putus asa dan menyerah..Sesulit apapun jalannya, jika itu kehendak Tuhan atas kita, yakinlah bahwa itulah yg terbaik. Tanamkan dalam hati bahwa perjalanan yg sulit dan melelahkan pada akhirnya akan berujung baik dan melegakan.

Berhentilah menyalahkan siapa pun. Marilah kita kembali memandang kebesaran Tuhan, dan dengan hati yang berserah, percayakanlah segala sesuatu kepada-Nya. 

Tanggung jawab kita pada Allah adalah menaatiNya, mempercayaiNya dan tunduk pada kehendakNya, baik paham atau tidak. Ketika kita melakukan hal itu, kita pasti menemukan Allah ditengah ujian bahkan karena ujian itu..Marilah terus berjalan dalam kehendak Allah, karena Allah sanggup melakukan segala perkara bagi kita..

Firman Tuhan mengajarkan kita bahwa 

1. Semua yg kita alami dalam hidup ini, ada maksud dan tujuan Tuhan.

2. Tuhan tidak akan pernah memberikan kita proses diluar kemampuan kita.

3. Rencana Tuhan lebih besar dari yg kita pikirkan.. Tuhan pasti menjawab permohonan kita lebih dari yg kita minta.. Karena itu, marilah kita terus memandang kebesaran Tuhan dan dengan hati yg berserah, percayakanlah segala sesuatu kepada Tuhan seturut rencana dan kehendakNya.

Selamat beraktivitas, Tuhan Yesus selalu berkati bpk dan ibu serta basudara semua,

Shalom.